Yerusalem – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara langsung mengunjungi sebuah rumah sakit yang mengalami kerusakan parah akibat hantaman rudal dari Iran. Kunjungan tersebut dilakukan pada Kamis (19/6/2025) pagi waktu setempat, di tengah ketegangan yang masih membara antara kedua negara.
Dalam kunjungan tersebut, Netanyahu menegaskan bahwa fasilitas yang diserang bukanlah instalasi militer, melainkan rumah sakit sipil yang menangani pasien dari berbagai latar belakang.
🏥 Rumah Sakit Jadi Sasaran Serangan Rudal Iran
Rumah sakit yang disambangi Netanyahu terletak di wilayah utara Israel dan merupakan salah satu dari beberapa fasilitas sipil yang terkena dampak langsung dari serangan rudal Iran dalam dua hari terakhir.
Menurut keterangan resmi dari otoritas medis setempat, setidaknya 15 orang terluka, termasuk tenaga medis dan pasien. Beberapa bagian bangunan, termasuk ruang gawat darurat dan peralatan kritis, di laporkan rusak berat.
“Serangan ini tidak dapat dibenarkan dalam konteks apa pun. Ini adalah serangan terhadap kemanusiaan,” ujar Netanyahu saat meninjau puing-puing bangunan.
Netanyahu Tegaskan: “Ini Bukan Fasilitas Militer”
Dalam pernyataan yang di sampaikan di hadapan media, Netanyahu membantah tegas klaim pihak Iran yang menyebut bahwa rudal mereka di arahkan ke fasilitas militer tersembunyi.
“Rumah sakit ini adalah tempat perawatan pasien, bukan markas militer. Iran mencoba membenarkan aksi barbar mereka dengan kebohongan,” tegasnya.
Netanyahu juga menyatakan bahwa Israel akan mengadukan insiden ini ke Dewan Keamanan PBB, dan menyerukan agar komunitas internasional tidak tinggal diam atas serangan terhadap fasilitas sipil.
Baca Juga : Perang Iran-Israel Meletus, Bagaimana Dampaknya ke Ekonomi Indonesia?
⚖️ Komunitas Internasional Mulai Soroti Eskalasi
Serangan rudal ke rumah sakit di Israel memicu respons cepat dari berbagai negara dan organisasi internasional. Sekretaris Jenderal PBB mengeluarkan pernyataan keprihatinan dan meminta semua pihak menahan diri.
Uni Eropa dan Amerika Serikat juga mengutuk keras serangan ke infrastruktur sipil. Dalam pernyataannya, Presiden AS menyebut bahwa “menyerang rumah sakit adalah pelanggaran serius terhadap hukum internasional.”
Sementara itu, Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi tentang insiden rumah sakit, namun sebelumnya menyatakan bahwa semua target mereka adalah instalasi militer Israel.
🚑 Proses Evakuasi dan Penanganan Pasien Tetap Berjalan
Meski mengalami kerusakan signifikan, tim medis dan relawan bekerja tanpa henti untuk menyelamatkan pasien yang masih berada di dalam fasilitas tersebut. Pemerintah Israel telah mengerahkan tim tanggap darurat dan relokasi pasien ke rumah sakit terdekat.
“Kami akan terus merawat pasien dan memastikan layanan kesehatan tidak terganggu, apa pun risikonya,” ujar Direktur Rumah Sakit dalam wawancara singkat.
Sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi juga di evakuasi ke tempat yang lebih aman. Tim keamanan memperketat akses di sekitar area tersebut.
🔁 Ketegangan Iran–Israel Meningkat Tajam
Serangan rudal ini merupakan bagian dari rangkaian eskalasi konflik terbaru antara Iran dan Israel, yang meningkat tajam sejak April lalu. Kedua negara saling melontarkan serangan udara terbatas dan aksi balasan.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran luas di kawasan Timur Tengah, di mana banyak negara tetangga mulai meningkatkan status siaga dan memperkuat pertahanan dalam negeri.
📌 Penutup: Dunia Mendesak Gencatan Senjata
Kunjungan Netanyahu ke rumah sakit yang hancur akibat rudal menjadi simbol perlawanan dan pernyataan keras terhadap serangan Iran. Namun di sisi lain, insiden ini juga menandai babak baru dalam ketegangan panjang kedua negara.
Kini, dunia menunggu apakah langkah diplomasi akan di ambil, atau justru situasi akan mengarah pada konflik terbuka.