Survei LSI Ungkap Fakta Mengejutkan: 60% Warga Kesulitan Cari Kerja
Masyarakat Indonesia kembali di buat resah oleh hasil survei terbaru dari Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. Dalam laporan tersebut kesulitan cari kerja di era Prabowo-Gibran, sebanyak 60,8 persen responden menyatakan kesulitan mendapatkan pekerjaan di awal masa pemerintahan Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Angka tersebut menunjukkan bahwa persoalan lapangan kerja masih menjadi momok besar, bahkan setelah pemerintahan baru mulai menggulirkan berbagai janji pemulihan ekonomi dan pertumbuhan investasi.
Realita di Lapangan: Peluang Kerja Masih Minim
Banyak warga, khususnya generasi muda, mengeluhkan sulitnya mencari pekerjaan tetap dengan penghasilan layak. Di tengah tingginya angka kelulusan perguruan tinggi dan derasnya arus digitalisasi, justru kompetisi di dunia kerja semakin ketat.
Program-program pemerintah seperti pelatihan prakerja dan pengembangan UMKM di nilai belum cukup menjawab kebutuhan pasar tenaga kerja. Mayoritas lowongan yang tersedia berada di sektor informal, dengan gaji yang tidak mencukupi kebutuhan hidup layak.
Baca Juga : Heboh Surat Pemakzulan Gibran, Pimpinan DPR-MPR Akhirnya Buka Suara!
Janji Ekonomi Prabowo-Gibran Di sorot
Di masa kampanye, Prabowo-Gibran berjanji membuka jutaan lapangan kerja baru lewat pembangunan besar-besaran dan hilirisasi industri. Namun, hingga kini, banyak masyarakat belum merasakan dampaknya secara langsung.
Faktor-faktor seperti keterbatasan modal usaha, ketimpangan akses pendidikan, dan lambatnya realisasi proyek-proyek strategis membuat janji-janji itu masih terasa jauh dari kenyataan.
“Lapangan kerja masih jadi persoalan serius. Kami harap pemerintahan baru bergerak cepat,” ujar Anwar, seorang lulusan sarjana yang belum mendapat pekerjaan tetap setelah dua tahun lulus.
LSI: Kesejahteraan Ekonomi Jadi Tantangan Awal
Peneliti senior LSI, Adjie Alfaraby, menyatakan bahwa tingginya angka ketidakpuasan ini harus menjadi peringatan bagi tim ekonomi Prabowo-Gibran. Menurutnya, ekspektasi masyarakat sangat tinggi terhadap pemulihan ekonomi dan penyediaan lapangan kerja.
Selain kesulitan cari kerja, survei juga mencatat bahwa lebih dari 50% responden menilai kondisi ekonomi mereka stagnan atau memburuk di banding tahun sebelumnya.
Adjie menambahkan bahwa penyerapan tenaga kerja perlu di tingkatkan melalui kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta.
Reaksi Netizen: Kritik dan Harapan Mengalir Deras
Di media sosial, topik “susah cari kerja” menjadi trending. Banyak warganet membagikan pengalaman pribadi mereka, mulai dari sulitnya mendapatkan panggilan wawancara hingga gaji yang tidak sebanding dengan beban kerja.
Sebagian warganet menyindir pemerintah karena belum terlihat langkah nyata untuk membuka lapangan kerja berkualitas. Namun, tidak sedikit pula yang masih memberi waktu dan harapan kepada pemerintahan baru untuk menunaikan janjinya kesulitan cari kerja di era Prabowo-Gibran.
Penutup: Rakyat Butuh Bukti, Bukan Janji
Survei LSI Denny JA menjadi cermin bahwa masyarakat ingin perubahan nyata, terutama di sektor pekerjaan. Pemerintah Prabowo-Gibran harus segera menjawab keresahan ini dengan tindakan konkret, bukan sekadar wacana.
Rakyat tak menuntut instan, tapi berharap pada arah kebijakan yang lebih pro-rakyat, membuka lapangan kerja, memperkuat pendidikan vokasi, serta mempercepat pemulihan ekonomi.
Masyarakat siap bekerja keras, asalkan di berikan peluang yang nyata kesulitan cari kerja di era Prabowo-Gibran.