Thailand Ajukan Syarat Sebelum Setujui Gencatan Senjata dengan Kamboja

Thailand Ajukan Syarat Sebelum Setujui Gencatan Senjata

Gencatan Senjata Belum Disepakati

Thailand Ajukan Syarat Sebelum Setujui Gencatan Senjata, Thailand akhirnya angkat suara terkait ajakan damai dari Kamboja. Setelah dua hari konflik bersenjata di wilayah perbatasan, Kamboja secara terbuka mengajukan permintaan gencatan senjata.

Namun, Thailand belum langsung menyetujuinya. Pemerintah menyatakan bahwa mereka baru akan mempertimbangkan gencatan senjata jika sejumlah syarat dipenuhi lebih dulu oleh pihak Kamboja.

Menurut juru bicara militer Thailand, gencatan senjata hanya akan dilakukan jika keamanan nasional benar-benar dijamin. Karena itu, proses negosiasi masih berjalan alot.


Ini Syarat Thailand kepada Kamboja

Dalam konferensi pers resmi pada Jumat malam (26/7/2025), Thailand menyampaikan tiga syarat utama yang harus dipenuhi Kamboja:

  1. Penarikan penuh pasukan Kamboja dari zona netral perbatasan.
  2. Jaminan tidak ada lagi pelanggaran wilayah oleh militer Kamboja.
  3. Kamboja harus meminta maaf secara diplomatik atas serangan awal.

Thailand menegaskan bahwa tanpa pemenuhan tiga syarat tersebut, mereka tidak akan menghentikan operasi militer di perbatasan. Selain itu, mereka juga akan terus menjaga posisi strategis di wilayah darat dan laut.


Reaksi Kamboja: “Kami Masih Terbuka untuk Dialog”

Menanggapi pernyataan Thailand, Kementerian Luar Negeri Kamboja menyatakan masih terbuka untuk dialog. Meski begitu, mereka tidak memberikan komentar langsung soal tiga syarat tersebut.

Bahkan, menurut media lokal Kamboja, pemerintah setempat saat ini sedang berkonsultasi dengan penasihat hukum dan militer untuk menentukan langkah selanjutnya. Karena itu, keputusan final Kamboja mungkin akan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.


PBB dan ASEAN Dorong Kedua Negara untuk Berdamai

Melihat ketegangan yang terus meningkat, PBB dan ASEAN menyatakan keprihatinan mendalam. Sekretaris Jenderal PBB menyerukan kedua pihak untuk segera melakukan perundingan.

Selain itu, ASEAN juga menyatakan siap menjadi mediator netral. Beberapa negara anggota seperti Indonesia dan Vietnam mendorong pertemuan khusus agar solusi damai bisa segera di temukan.

Meskipun tekanan internasional meningkat, proses negosiasi antara Thailand dan Kamboja masih belum menemukan titik temu.


Suasana Perbatasan Masih Mencekam

Sementara diplomasi terus berjalan, kondisi di lapangan tetap genting. Suara tembakan dan dentuman senjata masih terdengar di beberapa titik.

Ribuan warga dari kedua sisi perbatasan terpaksa mengungsi. Selain itu, beberapa fasilitas umum seperti sekolah dan puskesmas tutup total. Akses bantuan pun menjadi terbatas karena situasi keamanan yang belum kondusif.

Pemerintah lokal di provinsi perbatasan Thailand seperti Sisaket dan Surin kini menetapkan status siaga tinggi. Mereka juga meminta warga tetap tenang dan tidak terprovokasi.


Penutup: Damai Masih Jauh, Harapan Tetap Ada

Konflik Thailand dan Kamboja kini memasuki babak yang lebih serius. Gencatan senjata memang sudah di bicarakan, namun syarat-syarat dari Thailand membuat prosesnya lebih rumit, Thailand Ajukan Syarat Sebelum Setujui Gencatan Senjata.

Meski begitu, peluang damai masih terbuka. Dengan tekanan internasional dan kesadaran akan dampak kemanusiaan, di harapkan kedua negara bisa menurunkan tensi dan duduk bersama di meja perundingan.