Jejak Sejarah Polri: Kapolri Pertama dan Awal Mula Istilah Trunojoyo

Sejarah Polri: Kapolri Pertama dan Asal Usul Trunojoyo

Menjelang Hari Ulang Tahun ke-79 Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang jatuh pada 1 Juli 2025, tak lengkap rasanya jika kita tidak menengok kembali akar sejarah lembaga penegak hukum ini. Sejarah Polri tidak hanya soal tanggal dan jabatan, tetapi juga soal identitas, simbol, dan semangat perjuangan yang diwariskan sejak masa awal kemerdekaan.

Dua hal yang menarik untuk dikupas dalam peringatan HUT kali ini adalah sosok Kapolri pertama Indonesia, dan asal mula istilah “Trunojoyo” yang kini lekat dengan nama besar Polri.


Jenderal R.S. Soekanto, Kapolri Pertama Republik Indonesia

Kepolisian Indonesia berdiri pada masa awal kemerdekaan, tepatnya pada 21 Agustus 1945, hanya beberapa hari setelah proklamasi. Presiden Soekarno menunjuk seorang tokoh muda kelahiran Bogor, Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, sebagai Kepala Kepolisian Negara pertama.

R.S. Soekanto adalah perwira yang dikenal visioner, tegas, dan sangat berkomitmen terhadap pengabdian bagi bangsa. Di bawah kepemimpinannya, Polri mulai dibentuk sebagai institusi nasional yang bebas dari pengaruh kolonial dan berdiri sejajar dengan TNI.

“Tugas utama Polri saat itu bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan rakyat terhadap negara yang baru berdiri,” tulis Soekanto dalam memoarnya.


Tumbuh Bersama Republik, Melewati Masa Sulit

Di masa awal berdirinya, Polri menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan personel, sarana, hingga konflik internal, semua itu di lalui dengan semangat pengabdian yang tinggi. R.S. Soekanto memimpin dari tahun 1945 hingga 1959 dan menjadi Kapolri terlama sepanjang sejarah Indonesia.

Melalui kepemimpinannya, Polri mulai membentuk identitasnya sendiri. Institusi ini perlahan menjadi bagian penting dalam menjaga kedaulatan negara dan menegakkan hukum.

Baca Juga : Sidang Korupsi Netanyahu Tertunda Usai Pernyataan Trump


Trunojoyo: Lebih dari Sekadar Nama Jalan

Saat ini, istilah “Trunojoyo” sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia, terutama ketika bicara soal markas besar Polri. Mabes Polri yang beralamat di Jl. Trunojoyo No.3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, telah lama menjadi pusat komando tertinggi kepolisian Indonesia.

Namun, tahukah kamu bahwa nama Trunojoyo berasal dari tokoh sejarah? Trunojoyo adalah pangeran Madura abad ke-17 yang memimpin perlawanan terhadap Kerajaan Mataram dan Belanda. Ia di kenal berani, cerdas, dan tak gentar menghadapi ketidakadilan.


Filosofi di Balik Nama Trunojoyo

Mengambil nama Trunojoyo bukan tanpa alasan. Polri ingin menggambarkan semangat perlawanan terhadap ketidakadilan, sebagaimana yang di lakukan Pangeran Trunojoyo di masanya. Selain itu, nama ini juga menegaskan bahwa Polri harus berpihak pada rakyat dan selalu siap melawan penyimpangan kekuasaan.

Transisi penting: Bukan hanya simbol lokasi, “Trunojoyo” kini menjadi bagian dari identitas moral Polri.


Penutup: Menapak Sejarah, Menyongsong Masa Depan

Di usia yang ke-79, Polri terus berbenah dan beradaptasi dengan tantangan zaman. Namun, sejarah tetap menjadi fondasi yang tidak boleh di lupakan. Sosok R.S. Soekanto dan semangat Trunojoyo menjadi pengingat bahwa tugas Polri jauh lebih besar dari sekadar menjaga keamanan—yaitu menjaga amanah rakyat dan menegakkan keadilan.

Semoga Polri terus melangkah maju, tetap profesional, humanis, dan berintegritas dalam menjaga Indonesia.