Perang Iran-Israel Memanas, Trump Tiba-Tiba Kecam Israel dan Dukung Iran

Perang Iran-Israel Memanas, Trump Tiba-Tiba Kecam Israel

Sikap Tak Terduga dari Mantan Presiden AS

Ketegangan antara Iran dan Israel semakin membara Perang Iran-Israel Memanas. Namun, dunia di buat terkejut ketika mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengkritik Israel dan menyampaikan pernyataan yang di anggap membela Iran.

Dalam wawancara eksklusif dengan media konservatif Amerika, Trump menyebut bahwa Israel telah “melewati batas” dan justru memperburuk ketegangan di kawasan Timur Tengah. Ia menegaskan bahwa tindakan militer Israel selama konflik berlangsung terlalu agresif dan “tidak lagi mewakili kepentingan damai.”


Trump: “Israel Langgar Gencatan dan Tidak Dapat Di kendalikan”

Trump menuduh Israel tidak menghormati gencatan senjata yang di sepakati beberapa waktu lalu, serta melancarkan serangan udara secara sepihak ke wilayah Iran tanpa dasar yang jelas.

“Mereka [Israel] bertindak seolah-olah tidak ada hukum internasional yang mengikat. Ini berbahaya,” ujar Trump.

Ia juga mengkritik pemerintahan AS saat ini karena di nilai membiarkan vbertindak tanpa batas, yang menurutnya “bisa memicu perang besar di kawasan.”


Pernyataan Pro-Iran Picu Polemik

Lebih mengejutkan, Trump mengatakan bahwa Iran “memiliki hak untuk mempertahankan diri”. Ia menyebut bahwa tidak semua langkah Iran dalam konflik ini bersifat agresif, dan menyarankan agar Amerika Serikat berhenti memihak secara buta.

“Iran bukan malaikat. Tapi mereka bukan satu-satunya yang memprovokasi,” tambah Trump.

Pernyataan ini membuat banyak pihak mempertanyakan posisi dan agenda politik Trump, terutama menjelang pemilu presiden 2026.


Respons dari Israel: Mengecewakan dan Tidak Patriotik

Pemerintah Israel segera merespons komentar Trump dengan tegas. Seorang juru bicara resmi menyebut pernyataan mantan presiden AS itu sebagai “menyesatkan, tidak berdasar, dan membahayakan sekutu.”

Tokoh-tokoh politik Israel menyayangkan sikap Trump yang selama ini di kenal sebagai pendukung kuat Israel saat menjabat presiden, kini justru berbalik arah di tengah situasi kritis Perang Iran-Israel Memanas.


Baca Juga : Berbalas Serangan, Kenapa Korban Jiwa di Iran Lebih Banyak Ketimbang di Israel?

Politik AS Terbelah, Dunia Makin Bingung

Di dalam negeri Amerika, pernyataan Trump menuai reaksi beragam. Partai Demokrat menganggap sikap Trump sebagai pembelaan terhadap musuh Amerika, sedangkan sebagian sayap kanan justru memuji Trump karena “berani melawan standar ganda.”

Para analis menilai bahwa ini adalah bagian dari strategi politik untuk tampil sebagai sosok anti-perang dan berbeda dari establishment Washington.


Penutup: Dunia Bertanya, Trump Di Pihak Siapa?

Pernyataan mengejutkan Donald Trump di tengah konflik Iran-Israel menunjukkan bahwa politik global tidak lagi hitam-putih. Ketika mantan Presiden AS mulai mengecam sekutunya sendiri, dunia pun bertanya-tanya: Trump sebenarnya berpihak ke siapa?

Yang jelas, sikap ini menambah panas tensi geopolitik global—dan mengaburkan batas antara strategi politik, idealisme, dan kepentingan pribadi.