Tandyo Budi Revita Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI

Tandyo Budi Revita Dilantik Presiden Jadi Wakil Panglima TNI

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, resmi melantik Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI. Pelantikan ini berlangsung di Istana Negara, Jakarta, pada Sabtu, 10 Agustus 2025.

Selain itu, momen tersebut dihadiri oleh jajaran pejabat tinggi TNI, Menteri Kabinet Indonesia Maju, serta perwakilan lembaga negara. Pengangkatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kepemimpinan militer Indonesia.

Prosesi Pelantikan di Istana Negara

Pelantikan dimulai dengan pembacaan Surat Keputusan Presiden yang menetapkan Tandyo Budi R sebagai Wakil Panglima TNI. Kemudian, Presiden Prabowo memimpin pengucapan sumpah jabatan.

Setelah itu, prosesi dilanjutkan dengan penandatanganan berita acara pelantikan dan penyematan tanda pangkat resmi.

Profil Tandyo Budi Revita

Tandyo Budi Revita adalah perwira tinggi TNI yang memiliki pengalaman panjang di dunia militer. Selama kariernya, ia pernah menjabat di berbagai posisi strategis, khususnya di TNI Angkatan Darat.

Oleh karena itu, penunjukannya sebagai Wakil Panglima TNI di nilai tepat untuk mendukung Panglima TNI dalam menjaga pertahanan negara.

Tugas dan Tantangan Wakil Panglima TNI

Sebagai Wakil Panglima TNI, Tandyo akan bertugas mendampingi Panglima TNI dalam mengoordinasikan tiga matra: TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara. Selain itu, ia harus memastikan kesiapan pasukan menghadapi berbagai ancaman.

Di sisi lain, tantangan global seperti konflik internasional, ancaman siber, dan keamanan maritim menuntut strategi pertahanan yang adaptif.

Harapan Presiden Prabowo

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas dedikasi Tandyo Budi Revita. Menurutnya, kepemimpinan yang disiplin dan profesional adalah kunci menjaga keutuhan bangsa.

Selain itu, Presiden mengingatkan pentingnya netralitas TNI, terutama menjelang tahun politik.

Kesimpulan

Pelantikan Tandyo Budi Revita sebagai Wakil Panglima TNI oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi momentum penting bagi TNI. Dengan pengalamannya, Tandyo di harapkan mampu memperkuat pertahanan Indonesia di tengah tantangan zaman.

Oleh karena itu, publik menantikan langkah-langkah strategis yang akan di ambilnya demi keamanan dan kedaulatan negara.